BintangSeo.com – Hotel Tertua di Dunia Ada di Pedalaman Jepang. Siapakah yang menduga, hotel paling tua di dunia rupanya ada di Jepang. Lokasinya ada di pedalaman pegunungan Prefektur Yamanashi, Jepang. Nama pemondokan ini Nishiyama Onsen Keiunkan.
Berdasar legenda, di tahun 705 Masehi, putra paling tua Fujiwara no Kamatari, keluarga aristokrat paling kuat di Jepang dalam masa itu, mengelana dari ibukota selanjutnya temukan mata air panas di wilayah yang sekarang dikenali sebagai Prefektur Yamanashi.
Lalu, putra paling tua Fujiwara no Kamatari itu membuat ryokan, hotel pemandian air panas tradisionil Jepang. Lebih dari satu milenium, beberapa tamu dari beragam kelompok bertandang ke ryokan ini.
Onsen Keiunkan mengaplikasikan adat berumur 1.300 tahun dengan setia.
Tetapi, agar dapat capai Nishiyama Onsen Keiunkan membutuhkan perjalanan yang lumayan lama dan panjang. Pengunjung yang naik kereta untuk ke lokasi ini perlu turun di stasiun paling kecil.
Saat turun di Dusun Minobu, yang dengan penduduk 11 ribu orang. Pengunjung dapat naik bis antar-jemput yang disiapkan oleh ryokan. Karena sangat kecilnya stasiun ini, loket tiketnya cuma terima uang kontan dan bukti ticket kertas, walau sebenarnya Jepang dikenali negara yang terlatih memakai transaksi bisnis digital.
Jangan cari minimarket atau restaurant cepat sajian seperti McDonald’s di Minobu. Agar dapat sampai ke Nishiyama Onsen Keiunkan, pengunjung harus telusuri jalan berkelok sepanjang sekitaran satu jam.
Kamu akan lewat perjalanan yang makin dalam hingga kemudian terlihat ryokan. Staff hotel akan menggunakan kimono tradisionil dan menegur pengunjung atau beberapa tamu yang tiba.
Staff hotel memberikan tamu sandal, karena sepatu tidak dibolehkan dipakai dari titik perjalanan ini. Waktu seolah stop di pemondokan dengan lantai tatami dan dihias bermacam barang tradisionil Jepang tersebut.
Ada 6 Sumber Mata Air Panas di Nishiyama Onsen Keiunkan
Di Nishiyama Onsen Keiunkan, kamar standard punyai tiga sisi salah satunya dua tempat duduk dan satu ruangan keluarga. Pengunjung menyaksikan Kaligrafi dan gulungan menggantung ciri khas tradisionil Jepang yang disebutkan kakejiku menghias kamar.
Jendela kamar besar sekali hingga pengunjung dapat melihat panorama rimba yang terlihat seperti lukisan. Sebuah sungai besar mengucur di bawahnya dan embusan uap menyaratkan ada mata air panas di situ.
Lantai pemondokan dibuat dari batu lokal dan pemandiannya dibuat dari kayu. Pemandian yang dalam ruangan dianyam tanaman hias.
Ya, terdapat enam mata air panas di situ, empat outdoor dan dua indoor. Dua dari sumber air panas di dalam ruang cuma ada lewat booking, memungkinkannya mereka yang bertato bisa nikmati pengalaman itu.
Bukan apapun, beberapa pengurus spa mata air panas di Jepang larang pengunjung bertato, karena seni badan diasumsikan Geng Yakuza, walau stigma itu perlahan-lahan berbeda.
Sementara untuk sajian, beberapa tamu hotel disiapkan bedeng individu di saat yang sudah diminta untuk makan malam. Ada lima menu yang dihidangkan didampingi anggur bikinan lokal.
Beragam narasi dilewati oleh Nishiyama Onsen Keiunkan, termasuk peristiwa menegangkan seperti kebakaran, angin topan, sampai musibah yang lain mengusik operasional pemondokan ini.
Di tahun 1909 dan 1916 terjadi kebakaran besar di Nishiyama Onsen Keiunkan. Pada 1925, sebuah batu besar merusak salah satunya bangunan ryokan. Lantas, pada 1982 topan besar menimpa wilayah ini.
Karena beragam kejadian itu, bangunan khusus hotel juga harus terpaksa beralih sekitar 3x.
Menurut Presiden Ryokan Kenjiro Temano, lokasi hotel yang terasing memungkinkannya usaha ini bertahan sepanjang tahun. Disamping itu, sebelumnya tidak pernah ada ulasan masalah pengembangan untuk hotel ini.