BintangSeo.com – Fakta Tentang Embun Es Di Gunung Ciremai. Tidak cuma Dieng, embun es menyelimutinya teritori Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Jawa Barat. Berikut beberapa faktanya:
Peristiwa alam itu sebelumnya sempat ramai di sosial media. Berdasar video dan foto yang tersebar, embun es itu terlihat menyelimutinya tumbuhan dan tenda pendaki.
Berikut Beberapa Fakta Tentang Embun Es di Gunung Ciremai:
1. Pengurangan Temperatur Terjadi di Rabu Awal Hari
Video dan foto Gunung Ciremai diselimuti es muncul pada upload account instagram @besokseninco. Dalam penjelasannya, content itu adalah kiriman dari @deni_kumbala.
Dalam info account itu, peristiwa ini terjadi pada Rabu (9/8) pagi hari. Berdasar pernyataannya, cuaca di gunung Ciremai saat itu capai -3 derajat celcius.
“Start pukul 1 sampai Subuh waktu ngecamp (9/8/2023) cuaca mulai berasa dingin. Cocok check hape rupanya temperatur capai -3 derajat celsius,” terang account @besokseninco.
2. Terjadi di Lajur Pendakian Trisakti Sadarehe
Kejadian bunga es selimuti Gunung Ciremai ini dibetulkan Kepala Balai TNGC Maman Surahman. Menurut dia, peristiwa ini terjadi di lajur pendakian Trisakti Sadarehe, Majalengka.
“Yang di Instagram itu, sesudah saya saksikan kondisinya rupanya di Kawah Burung lajur pendidikan Trisakti Sadarehe, Majalengka. Kawah Burung tempatnya itu sekitaran 2.500 Mdpl,” kata Maman ke detikJabar.
Maman pastikan, peristiwa bunga es ini cuma terjadi di Kawah Burung, Trisakti Sadarehe. Karena, faksinya belum terima peristiwa sama di lokasi lain.
“Sementara di lajur lainnya saya belum dapat info yang terdapat bunga es,” sebut ia.
3. Bunga Es Cuma Ada Sesaat
Munculnya bunga es itu diprediksi cuma berjalan sesaat. Masalahnya terang Maman, peristiwa itu sekarang ini tidak ada.
“Sekarang ini (bunga es di Ciremai) tidak ada,” tutur ia.
4. Embun Es Ada Karena Temperatur Rendah di Musim Kemarau
Maman menjelaskan pada musim kemarau, temperatur udara di pucuk gunung condong turun. Temperatur rendah diprediksi bisa terjadi selama musim kemarau tahun ini.
“Ada froz (bunga es), karena bisa saja musim kemarau itu angin-angin Australia dan saat ini berasa dingin sekali. Saat ini saya kembali di Argalingga temperaturnya telah berasa dingin sekali,” sebut Maman.
“Peristiwa-kejadian ini sebelumnya pernah setiap kemarau, temperatur rendah. Tetapi tidak perlu pada musim kemarau, bergantung keadaan temperaturnya. Karena saat ini tempatnya El Nino. Tetapi jika musim penghujan tidak ada (peristiwa bunga es),” terang ia menambah.
5. Pendaki Disuruh Siaga
Walau berkurangnya temperatur di Gunung Ciremai, dia minta ke beberapa pendaki supaya masih tetap siaga. Pendaki disarankan agar semakin menyiapkan diri dimulai dari fisik, perlengkapan standard, jaket, dan yang lain.
“Ke pengunjung pakai baju yang standard, selanjutnya dengan bekal makanan diharap makanannya itu yang memiliki kandungan energi memiliki kandungan nutrisi hingga tingkatkan stamina. Selanjutnya jaket harus juga yang bertumpu, selanjutnya sleeping bag ,” terang ia.