BintangSeo.com – Mencegah Penyakit Jantung Bawaan Untuk Bayi, Orangtua Wajib Tahu Pentingnya Skrining. Tingginya penyakit jantung bawaan dapat mengakibatkan kematian bayi baru lahir. Karenanya, dokter peringatkan keutamaan skrining penyakit jantung.

Congenital heart disease atau penyakit jantung bawaan ialah abnormalitas yang terjadi semenjak janin masih tetap berkembang dalam kandungan. Abnormalitas pada susunan jantung ini akan memengaruhi saluran darah pada tubuh pasien.

“Penyakit Jantung Bawaan (PJB) adalah abnormalitas yang terbanyak diketemukan pada bayi baru lahir dan dideteksi sebagai salah satunya pemicu kematian paling sering pada satu tahun awal kehidupan,” tutur Dokter Specialist Jantung RS Keinginan Kita, dr. Sisca Natalia Siagian di Jakarta.

Menurut dr. Sisca, ketika Indonesia sedang fokus turunkan angka stunting di Indonesia, penyakit jantung bawaan ini dapat menjadi bumerang karena langsung menghalangi perkembangan dan perubahan anak.

“Ini bisa dihindari mendeteksi dini dan pengendalian yang pas pada PJB untuk menghambat stunting dan pastikan perkembangan dan perubahan yang maksimal pada beberapa anak,” terang dr. Sisca.

Stunting ialah keadaan tidak berhasil tumbuh karena penumpukan ketidakcukupan zat nutrisi yang berjalan lama, dari kehamilan sampai bayi berumur 24 bulan. Hasilnya perkembangan anak terusik dan mengakibatkan badan atau langkah berpikirnya lebih rendah dibandingkan anak sama usianya.

“Servis skrining penyakit jantung bawaan untuk warga di Kabupaten Kepulauan Morotai, diharap sanggup mencapai warga yang alami kesusahan terhubung servis kesehatan terutama servis jantung,” jelas dokter jantung yang sisi dari Team Riset dan Dedikasi Warga di Morotai.

Adapun beberapa skrining penyakit jantung bawaan pada bayi salah satunya seperti seperti berikut:

1. Pemeriksaan Saat sebelum Lahir

Ini mencakup test pencitraan, berbentuk USG (ultrasonografi). Dengan test ini, dokter bisa menyaksikan deskripsi susunan jantung janin.

2. Pemeriksaan Sesudah Lahir

Bila tidak teridentifikasi saat kehamilan, beberapa perlakuan yang dapat dilaksanakan dapat dengan test ekokardiogram, test pencitraan seperti rontgen, untuk memberikan ukuran jantung dan jumlah darah di paru.

Lalu juga bisa mengetahui lewat kateterisasi jantung, yakni dengan memasukkan kateter tipis dan lentur ke pembuluh darah. Paling akhir yakni test MRI untuk menilai cacat jantung bawaan pada anak remaja.

Berikut Mencegah Penyakit Jantung Bawaan

Di lain sisi, dr. Sisca bersama Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Kampus Indonesia (FKUI) bekerja sama dengan RS Jantung dan Pembuluh Darah Keinginan Kita, RS Kampus Indonesia, dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) membuat team dedikasi.

Team dedikasi dokter jantung dan pembuluh darah ini akan pergi ke salah satunya pulau paling luar Indonesia, yakni Kabupaten Pulau Morotai di tanggal 20 Juli 2023 kedepan, untuk menangani kekurangan tenaga kesehatan dan service berkaitan kesehatan jantung.